pertanian
Harga Sawit Mulai Membaik, Karet Malah Memburuk

2011, Produksi Padi di Riau Diprediksi Melorot

Produsen Baru Dorong Persaingan Harga CPO Makin Ketat

BPS: Oktober 2011, NTP Riau Turun

- dijual tanah tanah 1 hektare di jl. teropong, 90rb/mtr, SHM, harga, 900 juta. Hub. 081365503694 98 days ago
- dijual honda revo thn 2010, harga 8,5 jt, BM kota, hub. telp 081365503694 98 days ago
- Dijual rmh tipe 36, renovasi, keramik, KM 2, KT 2, setifikat, LT100 m2, LB 38 m2, komp kartama raya, No G 17, PKU, Rp110 jt. Hub 07613020782 132 days ago
- Dijual Perumahan Mutiara Permai Blok A.8A Type 36 LT 84 m, 2 KT, Listrik 900 W, sumur bor, harga 65 jt nego. Hub. 081365525153. Butuh uang. 198 days ago
- mencariI DISTRIBUTOR Makanan VEGA. Berminat hubungi: DENNY /Direktur Pemasaran PT Naberal (0812-6820-721) email: deni_naberal@yahoo.com 198 days ago
- dijual tanah SHM dijalan ambu2 dkt paus luas 552M2 harga 420 jt/nego. Hub: 082174238169 204 days ago
- Dijual tanah di kulim dkt simp tangor sebelah kantor camat luas 21.000M2 alas Hak Akta Jual Beli Camat. harga 1 M. Hub: 082174238169 204 days ago
- Dijual tanah SHM luas 10.060 M2 sebelah hotel Ibis harga 1.5 juta/meter. Hub: 082174238169 204 days ago
Saham Kamis Diprediksi Akan Bullish di Kisaran 3.808-3.996

Makin Hemat dengan Tarif BB Murah Axis

Intiland Bakal Bangun Whiz Hotel di Pekanbaru

Riau Tuntut Peraturan Pengawasan Migas Bersama

BPS: Triwulan III 2011, Ekonomi Riau Tumbuh 2,6 Persen

Saham Rabu Diprediksi Lanjutkan Tren Konsolidasi

Harga Sawit Mulai Membaik, Karet Malah Memburuk

Ngopi Sambil Santai di Lick ‘n Latte

Nikmatnya Surabi ala Enhaii

Nokia C5 Series Hadir dengan Harga Lebih Murah

Harga Sawit Mulai Membaik, Karet Malah Memburuk

Berita 10
- Saham Kamis Diprediksi Akan Bullish di Kisaran 3.808-3.996
- Makin Hemat dengan Tarif BB Murah Axis
- Intiland Bakal Bangun Whiz Hotel di Pekanbaru
- Riau Tuntut Peraturan Pengawasan Migas Bersama
- PT SSL Serahkan Sapi Qurban di Rohul
- BPS: Triwulan III 2011, Ekonomi Riau Tumbuh 2,6 Persen
- Saham Rabu Diprediksi Lanjutkan Tren Konsolidasi
- Harga Sawit Mulai Membaik, Karet Malah Memburuk
- Ngopi Sambil Santai di Lick ‘n Latte
- Nikmatnya Surabi ala Enhaii
Majalah Venues Online

Majalah Venues Edisi 1
Majalah Venues Edisi 2
Majalah Venues Edisi 3
Majalah Venues Edisi 4
Harga Bokar di Pabrik | Harga (Rp/Kg) | |
1 | PT Rickry Pekanbaru | 29.000 |
2 | PT P&P Bangkinang | 29.000 |
3 | PT Tirta Sari Surya | 29.000 |
4 | PT Andalas Agrolestari | 29.000 |
| Sumber: Disbun Riau |
No | Keterangan | Harga (Rp/Kg) |
1 | Kelapa bulat licin | 950 |
2 | Kopra mutu kering (100%) | 4.400 |
3 | Kopra mutu basah (80%) | 2.900 |
4 | Kopra mutu basah (60%) | 2.750 |
| Sumber: Disbun Riau |
Umur Tanaman (Tahun) | TBS (Rp/Kg) |
3 | 1.334,79 |
4 | 1.356,78 |
5 | 1.238,35 |
6 | 1.273,67 |
7 | 1.322,61 |
8 | 1.363.77 |
9 | 1.406,87 |
>=10 | 1.446,68 |
Sumber: Disbun Riau |
RSS RiauBisnis.com

pertanian
Pembangunan ekonomi dengan agenda utama untuk pemecahan masalah pengangguran dan kemiskinan melalui upaya mendorong inventasi, pada era globalisasi dan perdangangan bebas dilakukan melalui pengembangan sektor ekonomi produktif yang kompetitif sejalan dengan maksud tersebut sebagai bahan penting dalam pembangunan energi nabati yang Revitaliasasi Perkebunan (PEN-RP) untuk komoditi kelapa sawit.
Dalam rangka mendukung kegiatan yang dimaksud maka tahun 2011 dipandang perlu adanya pelatihan pengembangan kompetensi usaha perkebunan kelapa sawit bagin petugas yang terkait dengan pelayanan, bimbingan dan pedampingan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit, khususnya dibidang teknis budidaya sawit.
Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan penyuluh tentang Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan selanjutnya dapat diterapkan di sentra produksi masing-masing. Diklat teknis ini dilaksanakan selama 7 hari dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang seluruhnya berasal dari dalam wilayah kerja Balai Pelatihan Pertanian Jambi.
pertanian
Penanaman Kelapa Sawit - Blog Teknologi Pertanian « Segala. Tanaman kelapa sawit sesuai ditanam dikawasan-kawasan yang mempunyai jumlah hujan yang mencupi diantara 2500-3500 mm setahun dengan taburan yang sekata disepanjang. Blog Teknologi Pertanian « Segala rmasi tentang teknologi. Segala rmasi tentang teknologi pertanian Teknologi Tisu Kultur yang semakin berkembang di Malaysia tidak kira sama ada dalam bidang pertanian atau perindustrian.. Teknologi Budidaya Kelapa Sawit - Docstoc – Doents. Teknologi Budidaya Kelapa Sawit PENDAHULUAN Kelapa sawit (Elaeis) adalah tanaman perkebunanpenting penghasil minyak makanan, minyak industri. CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT. Maklumat Pertanian - Ternakan, Tanaman, Perikanan & Agrotourism Sekadar Info,Rujan dan Ilmu. Sumber/Dipetik:Dipetik dari risalah Insiut Penyelidikan Minyak. Gambar Perabot Pokok Kelapa Sawit | Home Interior Design. Kelapa Sawit Di Malaysia Gambar Kelapa Indonesia Karangan nutrismith.: RECOMMENDED READING Pengenalan Kepada Kelapa Sawit Phy Karangan Aku Sebuah Pokok Kelapa. Kadar baja pokok kelapa sawit yang disyorkan | Blog Sawit. Entri pada kali ini saya ingin menyentuh berkenaan kadar pembajaan yang seimbang unt diberikan kepada pokok kelapa sawit agar dapat mencapai pertumbuhan yang. Maju Sawit !!: Panduan Penjagaan Kelapa Sawit. CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT Maklumat Pertanian - Ternakan, Tanaman, Perikanan & Agrotourism Sekadar Info,Rujan dan Ilmu. Sumber/Dipetik:Dipetik dari risalah.
pertanian
pertanian
Waktu menunjukan pukul 17.45 ketika Bambang Supriyanto (penulis), National Program Manager Heart of Borneo WWF Indonesia selesai mempresentasikan program perbatasan di Jantung Borneo di forum Asia Forest Partnership, yang digelar di Yokohama pada tanggal 13-15 November 2005.
Menurut Menteri Pertanian, Anton, tujuan pembangunan kebun sawit itu adalah untuk tujuan keamanan negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perbatasan agar tidak terjadi kesenjangan dengan masyarakat di negara tetangga, Malaysia. Tentu hal itu membuka peluang bagi kalangan investor baik dalam negeri maupun luar negeri, karena untuk membangun kebun sawit itu diperlukan dana Rp. 5,5 trilyun rupiah dalam jangka waktu 5 tahun mendatang. Karena Kepadatan penduduk Kalimantan relatif rendah yaitu antara 11-27 per km2, maka untuk keperluan itu program transmigrasi akan menjadi pilihan. Untuk tahapan awal pembangunan kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat difokuskan di Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sintang dan Sanggau sedangkan di Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas.
Impian membangun kebun sawit itu tentu sangat dipandang sebagai hal yang menjanjikan, karena memang bangsa Indonesia sedang membutuhkan jawaban atas berbagai persoalan antara lain lapangan pekerjaan, pendapatan negara dan sumber alternatif energi.
Bagi penulis, rencana ini di satu sisi membanggakan namun disisi lain cukup mengerikan. Ia tidak menentang rencana pengembangan sawit itu, tapi yang terpenting baginya adalah rencana pembangunan sawit itu perlu memperhatikan aspek lingkungan dan perlu di dahului dengan rencana analisis dampak lingkungan dan kesesuaian lahan.
Bagi Dirjen PHKA, klarifikasi rencana sawit di perbatasan selayaknya tetap menghormati ketentuan perundang-undangan dan isu-isu lainnya. Surat Menteri Kehutanan M.S. Kaban bernomor S.476/Menhut-IV/2005 tanggal 16 Agustus 2005 tentang Perkebunan Kelapa Sawit di Perbatasan yang ditujukan kepada Menteri Pertanian jelas memperkuat pernyataannya. Menteri Kehutanan meminta agar pengembangan perkebunan Sawit dilakukan pencermatan mengingat areal di sepanjang perbatasan terdapat kawasan konservasi dan kawasan budidaya kehutanan (Lampiran 2). Disamping itu, diingatkan sebelum membangun perlu dilihat rencana tata ruang dan kesesuaian lahan. Wacana program Heart of Borneo (HOB) dapat dipakai sebagai alternatif pengembangan perbatasan.
1. Tata Ruang dan Kesesuaian Lahan
Ibarat membangun rumah, kawasan perbatasan perlu didisain perencanaannya berupa tata ruang. Undang-Undang nomor 24 tahun 1992 tentang Tata Ruang mengamanatkan hal tersebut. Tata ruang itu menetapkan fungsi kawasan berdasarkan tipologi wilayah, ekologi, dan sosio ekonomi masyarakat. Rencana Tata Ruang Perbatasan menetapkan batas luar negara sebagai pagar bangsa, kawasan budidaya untuk produksi dan kawasan konservasi/lindung sebagai sumber hidro orologis, keanekaragaman hayati dan rumah masyarakat adat serta sentra pengembangan ekonomi terpadu dan andalan.
Dirjen Tata Ruang Departemen Pekerjaan Umum, Dr. Hermanto Dardak,dalam pertemuan tanggal 19 Juli 2005 mengatakan bahwa rencana tata ruang akan selalu mengakomodir kepentingan pelestarian dan perlindungan yang terakomodir dalam kawasan konsevasi dan Lindung. Hal senada diungkapkan Direktur Tata Ruang Wilayah III yang membidangi Kalimantan dan Sulawesi pada pertemuan di Palangkaraya tanggal 15 Agustus 2005 dan di Samarinda pada tanggal 11-12 Oktober 2005.
Persoalan utama adalah gagasan perkebunan di perbatasan itu belum dinyatakan dalam draft rencana tata ruang per
kebijakan pengembanga sawit
Arah Kebijakan Pengembangan Kelapa Sawit di Aceh
alat untuk sawit
Alat Pertanian Mesin Pertanian Alat Panen Sawit HASIL BUMI
krantina sawit
Padang. Juli 2011, sudah kali kedua petugas karantina pertanian Padang telah berhasil menggagalkan penyelundupan bibit sawit dalam sebulan ini. Total bibit sawit yang telah ditahan dan dimusnahkan oleh Balai Karantina Pertanian Padang adalah 24.000 bibit. Rencananya bibit sawit tersebut dimasukkan ke Sulawesi Selatan melalui bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat.
PERTANIAN
mahan yang harus diperbaiki dalam pembangunan pertanian Indonesia antara lain penguasaan lahan yang cukup sempit menyebabkan pendapatan petani tidak mencukupi kebutuhan hidup jika dari usaha taninya. Karena itu Sebagian petani padi selain menjadi produsen juga menjadi net consumer beras. Sempitnya penguasaan lahan dikarenakan sistem warisan yang turun temurun. System warisan yang membagi rata lahan pertanian kepada turunan menyebabkan terjadinya fragmentasi lahan yang akhirnya mendorong terjadinya konversi lahan dengan alasan ekonomi. Walaupun masih tetap ditanami padi akan tetapi hasil yang didapat tidak bisa menopang ekonomi mereka bahkan sampai tidak bisa memenuhi kebutuhan akan pangan keluarga petani itu sendiri. Lahan sawah tersebut dialih fungsikan menjadi lahan untuk budidaya tanaman kelapa sawit agar lebih mudah dalam perawatan dan dapat dijadikan usaha sampingan. Dengan terjadinya lahan sawah dialih fungsikan menjadi lahan non pertanian ataupun beralih ketanaman kelapa sawit maka akan terjadinya penurunan atau berkurangnya areal persawahan dengan kata lain akan terjadinya penyempitan lahan pertanian sawah. Walaupun adanya upaya pemerintah mencetak areal persawahan baru akan tetapi usaha tersebut tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat pesat dimana membutuhkan bahan pangan beras sangat tinggi dikarenakan pola konsumsi penduduk Indonesia sebagian besar besar merupakan bahan pangan utama. Kalau hal ini terjadi secara terus menerus tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kita akan kekurang lahan pertanian sawah. 2.2.3. Produktifitas lahan menurun
Pada lahan yang sudah ditanami kelapa sawit membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk mengembalikan ke produktifitas lahan seperti semula. Baik untuk pertanian sawah maupun jenis tanaman palawija dan hortikultura ataupun jenis tanaman lainnya. Secara ekonomis memang budidaya tanaman kelapa sawit memang sangat menguntungkan akan tetapi hal tersebut hanya pada jangka pendek dimana kelapa sawit hanya mampu menghasil yang optimal sampai pada umur 15 tahun.
Setelah itu lahan bekas tanaman kelapa sawit sudah tidak memungkin untuk diolah menjadi lahan yang produktif atau tidak bisa dikembalikan ke lahan pertanian sawah. Karena lahan tersebut baik secara struktur tanah sudah rusak maupun kandungan unsur haranya sudah menjadi tanah gersang, hal ini juga dipengaruhi oleh system perakaran serabut pada tanaman kelapa sawit. walaupun masih bisa dikembalikan membutuhkan waktu yang sangat panjang dan biaya sangat tinggi.
III. PEMBAHASAN
Booming alih fungsi lahan pertanian sawah menjadi lahan perkebunan menjadi tren di kalangan petani. Hal ini tidak bisa dipungkiri, karena menjadi petani perkebunan, khususnya kelapa sawit sangat menjanjikan sekali. Setiap saat harga Tandan Buah Segar (TBS) terus naik, kondisi ini tentunya sangat menguntungkan petani. Persoalan tidak hanya di situ. Mahalnya harga pupuk dan serangan hama penyakit terhadap sawah petani juga menjadi pemicu semakin sengsaranya masyarakat petani. Serta pada saat panen harga dipasaran menjadi rendah. Padahal suatu ketika dulu merupakan sektor unggulan. Agar pengalih fungsi lahan dapat dikurangi atau ditekan dengan berbagai cara diantaranya;
3.1. Peran Penyuluh
Keberadaan Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorlu) sangat diperlukan sekali, karena akan bisa memberikan pendampingan kepada petani pertanian khususnya petani sawah sehingga upaya alih fungsi lahan pertanian sawah menjadi lahan perkebunan bisa ditekan semaksimal mungkin. Banyaknya terjadi alih fungsi lahan saat ini karena minimnya penyuluh yang memberikan pemahaman kepada petani arti pentingnya lahan pertaniaan. Hal ini juga dipengaruhi oleh para penyuluh pertanian sudah banyak ditarik menjadi tenaga teknis di berbagai instansi pemerintah. Ini terjadi sejak banyaknya pembentukan kabupaten/kota baru.
Terjadinya degradasi lahan pertanian, membuat masyarakat tani sekarang tergiur mengalih funsikan lahan pertaniannya menjadi perkebunan, jika ini terus dibiarkan akan menimbulkan dampak negate pada produksi perberasan baik daerah maupun secara nasional.
Masyarakat miskin yang ada di daerah manyoritas adalah mereka yang berkecimpung di bidang pertanian, mereka banyak yang tidak paham abagaimana meningkatkan produksi pertaniannya dan masih banyak diantara mereka yang masih petani tradisional. Padahal dengan teknologi yang ada masa tanam tersebut bisa bisa ditingkatkan menjadi dua atau tiga kali setahun.
Di sinilah peran penyuluh, sayang sampai saat ini mereka tidak diperhatikan. Sudah saatnya pemerintah daerah khususnya memperhatikan, baik itu penyuluh pertanian, perikanan, kehutanan dan sebagainya. Dari tangan penyuluhlah akan bisa membantu para petani khususnya dalam meningkatkan pendapatan dan taraf hidup yang lebih baik.
3.2. Subsidi petani
Terjadinya alih fungsi lahan pertanian ke perkebunan yang dilakukan para petani sebenarnya bisa dimaklumi, selain karena kondisi lebih menguntungkan juga dikarenakan kondisi lahan lahan yang ada kurang cocok untuk lahan pertanian. Pada lahan yang memang cocok untuk tanaman padi atau bahkan menjadi kawasan sentra produksi beras, lahan tersebutlah yang mestinya harus dijaga agar tidak terjadi alih fungsi lahan.
Pemerintah harus turun tangan setidaknya dengan melakukan subsidi kepada petani. Harga sarana produksi seperti pupuk dan pestisida sangat mahal, mereka bekerja keras sementara hasil gabah mereka jual dengan harga murah di pasaran. Di sisi lain hasil produksi tanaman perkebunan kelapa sawit terus mengalami peningkatan dan harga jual yang stabil mekipun pemerintah tidak ikut campur dalam hal pemasaran. Subsidi yang dilakukan pemerintah adalah dengan membeli hasil produksi pertanian tanaman pangan dengan harga mahal dari petani dan kemudian dijual dengan harga murah. Jika pemerintah ikut campur tangan dalam hal pemasaran hasil pertanian petani, maka alih fungsi lahan khususnya lahan-lahan yang cocok untuk pertanian tidak akan dilakukan petani.
3.3. Dilarang
Larangan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan dan sebagainya telah dikeluarkan oleh pemerintah. Melalui Undang-undang (UU) 41 tahun 2009, pemerintah telah mengeluarakan aturan, setiap pelaku baik petani, pejabat maupun badan usaha melakukan alih fungsi lahan akan dikenakan hukuman pidana dan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kebijakan ini dibuat untuk mempertahankan kelangsungan produksi pertanian di Indonesia, terlebih lagi ancaman alih fungsi lahan pertanian ke perkebunan sudah tidak terkendali. Walaupun belum adanya data berapa luas lahan produktif beralih fungsi menjadi kawasan perkebunan. Laju alih fungsi ini harus segera dihentikan, jika tidak ancaman rawan pangan bakal terjadi.
Dalam UU 41 tahun 2009 dikatakan, bagi perseorangan yang melakukan tindakan alih fungsi lahan akan dikenakan hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 1 milyar. Dan bagi perseorangan yang tidak melakukan kewajiban mengembalikan keadaan lahan pertanian pangan bekelanjutan ke keadaan semula dikenakan hukuman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 3 milyar. Dan apabila perbuatan tersebut diatas pelakunya pejabat pemerintah, pidananya ditambah 1/3 (satu pertiga) dari pidana yang diancamkan.
Pemerintah daerah baik propinsi, kabupaten/kota diberi tenggak waktu dua tahun untuk menetapkan lahan pertanian bekelanjutan. Artinya, masing-masing daerah diberi tenggak dua tahun untuk membuat perda kawasan lahan pertanian berkelanjutan. Lahan inilah nantinya jika dialih fungsikan pelakunya akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang ada. Jual beli lahan pertanian tetap diperbolehkan, akan tetapi pembelinya tidak diperkenankan untuk melakukan alih fungsi lahan tersebut.
IV. KESIMPULAN
1. Petani akan mengalih fungsikan lahan pertanian sawah ke lahan perkebunan diantaranya disebabkan oleh : pendapatan usaha tani sawit lebih tinggi, resiko usaha tani kelapa sawit lebih rendah, nilai jual/anggunan kebun kelapa sawit nilanya lebih tinggi, biaya produksi padi lebih tinggi, ketersedian air pada lahan sawah sudah sulit, teknologi budidaya sawit lebih mudah dipahami dan dilaksanakan
pertanian
assalamu'alaikum wr.wb
saya mempunyai kebun kelapa sawit 4 hektar. setiap bulan 2 kali panen dan kalau dikumpulkan hasilnya dalam satu tahun Rp50.000.000(lima puluh juta rupiah) masih kotor,dipotong upah panen dan mupuk bersihnya Rp40.000.000(empat puluh juta rupiah)berapa saya harus membayar zakatnya. wassalamu'alaikum wr.wb
adi
Jawaban
Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaan Bapak Adi yang baik.Dasar hukum zakat pertanian atau perkebunan yaitu: “dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakat kepada fakir miskin).." (QS. Al-An'am (6):141) Menurut Abu Hanifah bahwa banyak atau sedikit hasil tanaman yang tumbuh di bumi wajib dikeluarkan zakatnya, jadi tidak ada nishab. Sedangkan jumhur ulama Syafi’i, Ahmad bin Hambali, Malik dan Mahmud Syaltut berpendapat bahwa semua tanaman yang mengenyangkan (memberi kekuatan), bisa disimpan (padi, kelapa sawit, jagung dsb.) dan diolah manusia wajib dikeluarkan zakatnya.
Didin Hafidhuddin menegaskan bahwa sektor-sektor ekonomi modern merupakan obyek zakat yang potensial. Misalnya penghasilan yang diperoleh dari keahlian, peternakan ayam, lebah, perkebunan (kelapa sawit), usaha-usaha properti, dan surat-surat berharga seperti saham, dan lainnya
lahan sawit
Beras merupakan komoditas strategis dan bahkan politis karena tidak bisa tidak harus selalu tersedia dan tidak boleh kekurangan hal ini disebabkan komoditi beras sebagai bahan pangan utama bangsa Indonesia. Luas areal panen dan produktifitas tanaman merupakan faktor utama peningkatan produksi padi nasional. Beberapa tahun terakhir pertumbuhan luas areal menjadi masalah yang sangat serius seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, karena lahan pertanian sawah telah dialih fungsikan ke non pertanian dan perkebunan terutama tanaman kelapa sawit. Sehingga pada daerah yang selama ini merupakan sentra produksi beras terus menurun, seiring dengan terjadinya alih fungsi lahan. Terjadinya alih fungsi lahan sawah ke tanaman kelapa sawit disebabkan oleh : pendapatan usaha tani lebih tinggi, resiko usaha tani lebih rendah, nilai jual/anggunan lebih tinggi, biaya produksi lebih rendah, ketersediaan air, teknologi budidaya dan dampak yang dihadapi produksi beras menurun, konversi lahan menurun dan produktifitas lahan menurun. Upaya yang harus ditempu untuk menekan laju alih fungsi lahan adalah peran penyuluh ditingkatkan, adanya subsidi pemerintah dan upaya pelarangan oleh pemerintah dengan diberlakukanya UU No.41 Tahun 2009.
Kata kunci : Alih fungsi, Lahan, Sawah, Kelapa Sawit.
BAB.I. PENDAHULUAN
Bangsa Indonesia merupakan Bangsa yang sangat menikmati komoditi beras sebagai bahan pangan utamanya. Oleh karenanya beras merupakan komoditi strategis dan bahkan politis untuk tidak bisa tidak harus selalu tersedia dan tidak boleh kekurangan.
Dalam pembangunan pertanian, beras merupakan komoditas yang memegang posisi strategis. Beras dapat disebut komoditas politik karena menguasai hajat hidup rakyat Indonesia. Selain lebih dari 90 persen penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokoknya, beras juga menjadi industri yang strategis bagi perekonomian nasional.
Luas areal panen merupakan salah satu determinan utama peningkatan produksi padi nasional di samping tingkat produktifitas tanaman. Pertumbuhan luas areal menjadi masalah yang sangat serius karena bersaing dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi, indusrialisasi dan pembanguan infrastruktur publik. Faktor-faktor tersebut telah mendorong terjadinya konversi lahan pertanian ke non pertanian. Pada lahan pertanian secara umum terjadinya koversi lahan sawah dan alih fungsi lahan sawah menjadi lahan perkebunan, sehingga lahan pertanian sawah yang tersedia baik lahan yang sudah ada maupun percetakan lahan sawah baru tidak sebanding dengan dengan laju pertumbuhan penduduk. Hal ini disebabkan banyak lahan sawah yang ada dialihfungsikan menjadi tamanan perkebunan kelapa sawit yang menyebabkan produksi beras nasional terus menurun seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.
BAB.II. PENYEBAB DAN DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN
2.1. Penyebab
2.1.1. Pendapatan usaha tani
Pada usaha tani tanaman padi pendapatan yang diperoleh lebih kecil dibandingkan dengan usaha tani kelapa sawit. Produktifitas tanaman padi hanya 3.74 ton/Ha (BPS, 2007), sedangkan biaya yang dibutuhkan dalam pengelooan tananman tersebut dibutuhkan biaya yang sangat tinggi sehingga pendapat yang diperoleh sangat rendah. Juga dipengaruhi oleh harga yang sangat rendah dan berfluktuatif. Berbeda dengan kelapa sawit, produktifitas kelapa sawit cukup tinggi yaitu 24 ton/Ha/tahun (Yan Fauzi,2005). Sedangkan biaya yang dibutuhkan cukup rendah.
2.1.2. Resiko usaha tani
Usaha tani tanaman padi sangat rentan terhadap kegagalan panen atau fuso hal ini dapat disebabkan oleh hama dan penyakit juga factor alam. Pada beberapa tempat serangan yang paling berat diantaranya serangan hama tikus, serangan hama wereng dan penyakit tunggro dimana serangan tersebut kadang kala tidak bisa dikendalikan lagi sehingga bukan mendapat keuntungan malah kerugian yang diterima. Sedangkan pada tanaman kelapa sawit resiko kegagalan panen dan harga relatip stabil sehingga resiko yang dihadapi petani kelapa sawit tersebut sangat kecil.
2.1.3. Nilai jual /nilai anggunan
Pada lahan dan usaha tanaman padi nilai jual atau anggunan untuk mendapatkan kredit cukup sulit dan kredit yang didapat relatip kecil hal ini disebabkan pada usaha tani padi nilai kredit hanya dilihat dari nilai jual lahan sedangkan usaha taninya tidak berpengaruh terhadap nilai kredit. Sedangkan usaha tani tanaman kelapa sawit nilai kredit yang didapat cukup tinggi hal ini disebabkan ada usaha tani tanaman kelapa sawit nilai jual lahan dan nilai tanaman dapat mempengaruhi nilai kredit yang didapat karena produktifitas hasil dan harga TBS (tandan buah segar) relatip stabil.
2.1.4. Biaya produksi
Usaha tani padi sawah membutuhkan biaya yang cukup besar, dimana kebutuhan akan sarana produksi (pupuk, pestisida) dan biaya tenaga kerja sangat tinggi. Sedangkan pada usaha tanaman kelapa sawit biaya yang cukup besar hanya dibutuhkan pada saat awal pelaksanaan budidaya usaha tani, selanjutnya setelah produksi biaya yang dibutuhkan cukup rendah.
2.1.5. Ketersediaan air
Pada berbagai daerah yang selama ini merupakan sentra produksi beras, lahan sawah para petani telah banyak dialih fungsikan dikarenakan areal persawahan sudah sulit mendapatkan air. Hal ini disebabkan oleh telah banyaknya saluran-saluran air irigasi yang rusak dan telah berkurangnya perhatian pemerintah terhadap sector pertanian khususnya penanganan sarana irigasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga saluran irigasi yang telah ada sudah berkurang. Pada areal yang berpotensi di cetak menjadi lahan sawah ataupun lahan sawah yang ada jauh dari saluran pintu-pintu utama saluran irigasi sehingga akibat pemakaian dan pengaturan air yang sembarangan menyebabkan pada sawah-sawah hilir tidak mendapatkan pasokan air yang memadai.
PERTANIAN
London (ANTARA News) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI bekerja sama dengan KBRI Roma menggelar kegiatan promosi minyak sawit Indonesia ke negara itu melalui acara bertajuk "Business Meeting on Promoting Indonesia`s Sustainable Palm Oil."
Counselor fungsi ekonomi KBRI Roma, Gulfan Afero, dalam keterangannya yang diterima Antara London, Minggu, mengatakan acara yang dibuka Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementan, Dr Ir Zaenal Bachruddin MSc, itu dihadiri 41 investor dan pelaku usaha yang terkait dengan palm oil.
Tampil sebagai pembicara dalam acara itu, Dubes RI Roma, Moh. Oemar, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dr. Fadhil Hasan dan Sekjen Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Paulus Tjakrawan Taningdjaja. Acara dimoderatori Ketua Pelaksana Harian Komisi Minyak Sawit Indonesia, Dr. Rosediana Suharto.
Dalam paparannya, Dubes RI Roma mengatakan Pemerintah Indonesia sangat memperhatikan pelestarian lingkungan jauh sebelum CPO menjadi isu.
"Pemerintah RI telah mengeluarkan berbagai peraturan yang mewajibkan para pengusaha untuk memperhatikan aspek lingkungan," ujarnya.
Dubes juga mengajak pelaku bisnis palm oil di Italia untuk memanfaatkan peluang investasi untuk megembangkan industri hilir CPO di Indonesia karena sampai tahun 2020 diperkirakan potensi investasi industri hilir ini mencapai 567 - 750 juta dollar AS.
Sementara itu, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Kementerian Pertanian RI, mengatakan bahwa industri CPO di Indonesia memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia.
"Ekspor CPO Indonesia ke Italia dapat lebih ditingkatkan mengingat Italia adalah salah satu konsumen utama CPO di dunia," katanya.
Pada peserta mengajukan pertanyaan seputar persoalan harga cpo yang akhir-akhir ini semakin mahal yang dijelaskan karena adanya beberapa faktor penyebab kenaikan harga antara lain harga dunia minyak mentah dan minyak nabati lainnya, dan permainan para broker, demikian Gulfan Afero.(*)
Pembatacan sawit
PERTANIAN
Kementerian Pertanian Kampanyekan Minyak Sawit di Eropa
“Kampanye kami lakukan guna menyampaikan informasi terkait kebijakan serta upaya pengembangan industri kelapa sawit nasional dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan (sustainability),” kata Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, kemarin.
Menurut Mentan, pihaknya menyampaikan keberatan Pemerintah Indonesia terhadap pandangan negatif lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional terhadap pengembangan industri kelapa sawit nasional serta aturan negara importir yang berdampak negatif terhadap ekspor minyak sawit.
Dalam pertemuan bersama Menteri Lingkungan, Pedesaan dan Perikanan Spanyol, Mentan Suswono menjelaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam implementasi Indonesia Sustainable Palm Oil System dan perhatian terhadap kriteria lingkungan yang tercantum dalam Renewable Energy Directive (RED) yang berpotensi sebagai Non-Tarif Barrier dalam perdagangan.
Begitu juga ketika bertemu dengan Menteri Pertanian Prancis, Suswono menyampaikan pandangan serupa. “Pemerintah Prancis dapat memahami pandangan Indonesia dan berharap mendapat masukan dari hasil penelitian tentang minyak sawit sebagai evaluasi kebijakan terkait dengan penggunaan sawit di negara tersebut,” tambahnya.
Suswono menjelaskan, kampanye negatif terhadap produk sawit Indonesia oleh negara-negara maju yang mengusung isu lingkungan sebenarnya lebih berlatarkan persaingan dagang, bukan semata-mata karena aspek lingkungan. (faisal/B)
PERTANIAN
Padang. Juli 2011, sudah kali kedua petugas karantina pertanian Padang telah berhasil menggagalkan penyelundupan bibit sawit dalam sebulan ini. Total bibit sawit yang telah ditahan dan dimusnahkan oleh Balai Karantina Pertanian Padang adalah 24.000 bibit. Rencananya bibit sawit tersebut dimasukkan ke Sulawesi Selatan melalui bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat.